Rabu, 21 Mei 2014

Makalah Sirah Nabi HEART SHARE NABI MUHAMMAD S.A.W



KATA PENGANTAR
Alhamdulillah berkat ridho ALLAH SWT, penulis dapat menyelesaikan Makalah ini serta contoh kasus yang diberikan. Dalam proses ini, penyusun telah memperoleh bantuan yang berharga, baik berupa sumbangan pikiran, tenaga, maupun materi dari berbagai pihak. Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menyelesaikan materi dan karya tulis ini.
Akhir kata penulis berharap semoga hasil karya ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Kepada Dosen Mata Kuliah, semoga karya yang sederhana ini dapat diberikan penilaian yang valid,adil dan objektif. Terima kasih

                                                                                                            penyusun



















DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR…………………………………………….     I
DAFTAR ISI………………………………………………………     II

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang………………………………………………….     1
B.Rumusan Masalah………………………………………………    1
B.Tujuan Penulisan………………………………………………..    1

BAB II PEMBAHASAN

A.Pengertian Heart Share........................……………….       2
B. Memberikan Nilai dan Kepuasan Pelanggan..................
C.Pengertian Brending.....................………………………….       3
D.Pengertian Process............................................................................      4
E.Pengertian Service..............................................     4

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan.............................................................................. 
B. Saran........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA









BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Marketing atau pemasaran memegang kunci bagi kelangsungan sebuah usaha atau bisnis, pentingnya pemasaran karena dalam bisnis semuanya mengarah pada pemenuhan kebutuhan dan terciptanya kepuasan bagi konsumen. Sehingga para pemilik usaha akan memfokuskan lebih dalam hal pemasaran.
Istilah pemasaran (marketing) seringkali disamakan dengan istilah penjualan (selling), istilah penjualan atau pun periklanan hanyalah bagian dari fungsi pemasaran yang dibahas tersendiri, atau lebih dikenal dengan marketing mix (bauran pemasaran).
Pemasaran (marketing) adalah suatu aktifitas yang bertujuan mencapai sasaran perusahaan, dilakukan dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau klien serta mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan atau klien dari produsen.
Menurut Kotler, pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang seseorang atau kelompok lakukan untuk memperoleh yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai.
Adapun the American Marketing Association mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencana dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.
Yang perlu diperhatikan dalam dunia marketing ada umumnya meliputi mind share, market share dan heart share. Mind share mengindikasikan kekuatan merek di dalam benak konsumen kategori produk bersangkutan. Market share menunjukkan kekuatan merek di dalam pasar tertentu dalam hal perilaku pembelian aktual dari konsumen. Sedangkan heart share lebih pada nilai tambah dengan mengedepankan kepuasan pelanggan secara emosional.
B.      RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah heart share yang dilakukan Nabi Muhammad dalam berdagang?
2.       Bagaimanakah Nabi Muhammad dalam melakukan branding?
3.       Process yang seperti apakah dilaukan oleh Nabi Muhammad?
4.       Hal – hal apakah yang dilakukan nabi dalam men-service?

C.     TUJUAN PENULISAN
Makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat Heart Share Nabi Muhammad. Sehingga dapat menimbulkan Brand,Process dan Service yang baik. Selain itu,juga  terdapat etika bisnis yang di terapkan oleh nabi dalam kehidupan sehari-hari.




BAB II
PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN HEART SHARE
Heart Share, adalah sebuah strategi untuk memenangkan pasar dengan jalan memberikan nilai lebih kepada pelanggan dengan jalan memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka.
Nabi Muhammad SAW  ketika berniaga tidak hanya sekadar melakukan berbagai transaksi, tetapi juga beliau telah mempraktikkan dengan sempurna mengenai tata cara untuk merebut mind share, market share serta heart share dengan tanpa merugikan pihak pihak lainnya. Hal tersebut dibuktikan  dengan kemampuan Nabi Muhammad SAW dalam memposisikan dirinya pada semua segmen pasar bisnis yang ditujunya.
Segmentasikan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sebelum melakukan perdagangan yang bukan hanya sebatas faktor geografis dan demografis belaka itu, tetapi juga menyentuh faktor-faktor psikologis dan individu sebagai segmen pasar terkecil. Kehebatan Nabi Muhammad SAW  yang membawa risalah Ilahi terakhir untuk menyempurnakan risalah-risalah utusan Allah sebelumnya itu, dalam membentuk  dan konsistensinya untuk menjaga differensiasi dengan yang lain, kiat kiat strategi bernegosiasi hingga keterbukaan dalam bertransaksi menunjukkan kemampuan beliau dalam merebut market share dari konsumen.
Kemurahan hati (heart share) yang senantiasa menjadi perhatian para marketer (pemasar) di zaman modern sekarang ini juga telah menjadi perhatian dan dipraktikkan dengan sangat  baik oleh Nabi Muhammad SAW .
Pada aktifitas pemasaran modern yang senantiasa terkait dengan tujuan akhir hanya bisa dicapai dengan penguasaan heart share adalah kesetiaan relasi atau konsumen. Namun seberapa setia seseorang pelanggan setelah kita melakuan sebuah strategi pemasaran yang lengkap itu, masih terkait juga dengan seberapa menariknya suatu nilai tambah yang tersedia . Karena pengadaan nilai tambah bersaman pengalaman berbelanja menjadi salah satu solusi yang tepat guna dalam kontek mempertahankan kesetiaan para pelanggan.
Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW tidak hanya mampu menciptakan pelanggan yang setianya (loyalty customer) saja, tetapi beliau juga mampu menciptakan serta menumbuhkan pelanggan yang percaya (trusty customer) dengan memamfaatkan formula  kejujuran, keikhlasan, silaturrahmi, dan bermurah hati yang merupakan inti dari strategi bisnis pemasaran yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Sehingga pada tahapan tersebut  saja, Nabi Muhammad  SAW tidak hanya mampu mengungguli heart share(bermurah hati) dari konsumen, tetapi beliau juga jauh telah memenangkan soul share dari pelanggan.
Rasulullah menyadari  sepenuhnya bahwa marketing yang sesungguhnya bukan hanya sebatas produk  atau service(layanan), tetapi lebih pada muatan emosi yang terkandung. Dan sikap jujur merupakan inti dari nilai tambah tersebut dan pengalam lebih yang akan ditawarkan.
Sebaik apapun nilai yang coba ditawarkan kepada konsumen sekiranya kita sendiri tidak jujur akan menjadi usaha yang sia sia belaka, sehingga apapun yang ditawarkan selanjutnya kepada konsumen atau pelanggan tidak akan diterima, dan untuk memulihkannya meraih kepercayaan akan membutuhkan waktu yang relatif lama. Kata pepatah leluhur kita bahwa: sekali saja kita berbohong, orang sekampung enggak percaya.
Sebelum  Nabi Muhammad SAW memulai kariernya  sebagai pengusaha, memang beliau sudah sangat lama dikenal sebagai seorang  yang dapat dipercaya oleh berbagai kalangan masyarakat. Dan setelah Nabi Muhammad SAW  melakukan perniagaan sikap-sikap tersebut tidak berkurang sedikitpun. Sikap jujur yang  sesungguhnya menjadi dasar kegiatan dan ucapan Nabi Muhammad SAW secara otomatis membuahkan suatu  kepercayaan  jangka panjang dari semua orang  yang berinteraksi dengan beliau, baik dalam hal bisnis maupun dalam kehidupan sehari hari.
Dalam kontek ini Nabi Muhammad SAW berhasil memperkenalkan serta mengaplikannya  konsep konsep bisnis  sesuai  suruhan Ilahi dalam kehidupan umat islam secara kongkrit waktu itu. Sabda beliau dalam sebuah hadist: yang terbaik dari kalian (manusia) adalah yang tidak mengabaikan dunia demi mengejar hari akhir, atau yang mengejar hari akhir demi dunia ini dan tidak menjadi beban bagi orang lain.
B.     MEMBERIKAN NILAI DAN KEPUASAN PELANGGAN
Satu-satunya nilai yang dapat diciptakan perusahaan anda adalah nilai yang berasal dari pelanggan-itu adalah semua nilai yang anda miliki sekarang dan nilai yang akan anda miliki di masa depan. Suatu bisnis disebut sukses jika berhasil mendapatkan, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan. Pelanggan merupakan satu-satunya alasan perusahaan membangun pabrik, memperkerjakan karyawan, menjadwalkan rapat, membuat jalur serat optic, atau melibatkan diri dalam aktivitas bisnis apapun. Tanpa pelanggan anda tidak mempunyai bisnis.

Menghantarkan Nilai Pelanggan yang tinggi
Konsumen mempunyai beragam tingkat loyalitas terhadap merk, toko, dan perusahaan tertentu. Oliver mendefinisikan loyalitas (loyality) sebagai “komitmen yang dipegang secara mendalam untuk membeli atau mendukung kembali produk atau jasa yang disukai di masa depan meski pengaruh situasi dan usaha pemasaran berpotensi menyebabkan pelanggan beralih.”
Proposisi (Penawaran) Nilai (value proposition) terdiri dari seluruh kelompok manfaat yang dijanjikan perusahaan untuk dihantarkan; proposisi nilai melebihi sekedar positioning inti penawaran. Sebagai contoh, positioning inti Volvo adalah “keamanan” tetapi pembeli dijanjikan lebih dari sekedar mobil yang aman; manfaat lain meliputi mobil yang tahan lama, pelayanan yang baik dan periode jaminan yang panjang.
Penawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Pembeli memilih penawaran yang berbeda-beda berdasarkan persepsinya akan penawaran yang memberikan nilai terbesar.
Kepuasan pembeli merupakan fungsi kinerja yang dipersepsikan produk dan ekspektasi pembeli. Dengan mengenali bahwa kepuasan yag tinggi menimbulkan loyalitas pelanggan yang tinggi, kini banyak perusahaan membidik TCS (Total Customer Satisfaction) Kepuasan total pelanggan untuk perusahaan-perusahaan semacam itu, kepuasan pelanggan menjadi tujuan sekaligus sarana pemasaran.

Kita dapat membedakan tiga tingkat kepuasan pelanggan:
·         Pertama : Menemukan kebutuhan pokok pelanggan (The basic needs of the customer).
·         Kedua : Mencari tahu, apa sebenarnya yang menjadi harapan dari pelanggan, sehingga mereka mau kembali datang pada kita.
·         Ketiga : Selalu memperhatikan apa apa yang menjadi harapan pelanggan, lakukan melebihi seperti apa yang di harapkan pelanggan.

Menurut Kotler, ada beberapa cara untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan, yaitu :
1.      Sistem keluhan dan saran
Dengan cara membuka kotak saran dan menerima keluhan, saran, kritik oleh langganan atau bisa juga disampaikan melalui kartu informasi, customer hot line. Ini semua dimaksudkan agar perusahaan lebih mengantisipasi dan cepat tanggap terhadap kritik dan saran tersebut.
2.      Survey kepuasan pelanggan
Biasanya penelitian mengenai kepuasan pelanggan dilakukan melalui pos, telepon atau wawancara pribadi atau bisa juga si perusahaan mengirimkan angket ke orang-orang tertentu.
3.      Pembeli bayangan
Dalam hal ini perusahaan menyuruh orang-orang tertentu untuk membeli ke perusahaan lain, sehingga pembeli misterius ini dapat melaporkan keunggulan dan kelemahan pelayan-pelayan yang melayani.
4.      Analisis pelanggan yang beralih
Perusahaan yang kehilangan langganan mencoba untuk menghubungi pelanggan tersebut dan dibujuk kenapa mereka berhenti, pindah ke perusahaan dan lain-lain. Dengan informasi yang diperoleh maka perusahaan dapat lebih meningkat kinerjanya dengan cara meningkatkan kepuasan para pelanggan.

C.     PENGERTIAN BRANDING
Branding merupakan suatu langkah dalam memberikan identitas kepada produk atau jasa yang kita jual, atau yang sering kita kenal istilah merk. Tujuan pemberian merk ini adalah pelanggan dapat dengan mudah membedakan produk yang kita jual di pasar dengan produk-produk lain.
Brand adalah nama, istilah atau simbol yang dapat menjadi identitas dari sebuah produk atau jasa suatau perusahaan. Brand bisa di ambil dari nama pemilik produk atau apa yang lainnya terganrunng pemilik perusahaan.
Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa untuk memperkuat merek tidak hanya dilakukan dengan aktiv memasarkan secara gencar-gencaran dengan tujuan membentuk brand awarnesess. Tetapi, dengan menunjukan kualitas yang tinggi, memproses dengan cara yang bersih serta kemampuan men-deliver-kan pada pelanggan inilah langkah yang utama.
  • Nabi dalam Melakukan Branding
Dalam hal branding Nabi tidak menggunakan merek untuk menamai produknya, melainkan karakteristik atau kepribadian diri Nabi sendirilah yang menjadi brand. Dengan karakter yang kuat, meskipun musuh-musuh beliau ketika itu berkumpul dan mencari-cari cara untuk menghancurkan nama baik beliau lewat world of mouth ( fiitnah )  mereka tetap tidak dapat melakukannya. Karena, kepribadian luhur yang melekat pada diri beliau memang telah dijamin oleh Alloh. Sebab, beliau adalah contoh atau suri teladan bagi umat manusia muslim dan non-muslim.
Dalam al-Quran, Allah berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah (Muhammad) itu suri tauladan yang baik bagimu”.
    Dalam Hadits dikatakan bahwa kalau ingin melihat ahklak al- Quran, lihatlah Muhammad. Hal ini menAndakan bahwa Personal Branding telah dikenal dalam Islam, yaitu melalui Muhammad.
    
Bagaimana sulitnya “musuh-musuh” Muhammad ketika berkumpul dan mencari cara menghancurkan nama baik Muhammad lewat word of mouth yang menjelek-jelekkan (fitnah). Ketika ada usulan untuk menyebar isu bahwa Muhammad adalah pembohong kemudian ditentang oleh yang lain. Bagaimana mungkin dituduh pembohong, sejak kecil Muhammad dikenal tidak pernah berbohong sampai diberi gelar al-amin (dapat dipercaya).
    
Usulan kedua, yaitu dengan menyebar isu bahwa Muhammad seorang penyihir. Usulan tersebut ditentang lagi oleh yang lain karena Muhammad tidak pernah meniup buhul-buhul sebagaimana yang dilakukan para penyihir pada waktu itu. Akhirnya disepakati bahwa mereka akan menyebar isu bahwa Muhammad adalah orang gila tetapi isu itu tidak bertahan lama karena memang tidak terbukti. Masyarakat tidak akan selamanya bisa dibodohi. Betapa kuatnya brand Muhammad di mata masyarakat sehingga tidak seorangpun bisa mengubah kekuatan branding Muhammad.
    
Pada usianya yang menginjak 25 tahun, Muhammad muda telah banyak melakukan perjalanan dagang dan sebagian besarnya dengan membawa nama Khadijah, seorang pengusaha yang cukup disegani pada waktu itu. Setelah beberapa kali melakukan transaksi dagang dengan Muhammad, akhirnya Khadijah tertarik dengan kepribadian Muhammad yang kemudian menikah dan menjadi pasangan suami istri. Sebelumnya Muhammad kerap kali berdagang dengan menggunakan modal yang diberikan oleh orang-orang kaya dan anak-anak yatim yang tidak mampu menjalankan usahanya sendiri. Dengan bermodalkan kepercayaan, sikap jujur dan integritasnya.
    
Jelas bahwa Muhammad telah mencetak personal branding yang kuat sebagai pengusaha yang profesional dan jujur. Selain orang-orang yang menginvestasikan harta mereka, banyak juga orang-orang yang mempunyai uang lebih, kemudian menitipkannya pada Muhammad dan diambil lagi ketika pemilik uang tersebut membutuhkannya.
D.    PENGRTIAN PROCESS

Process adalah langkah-langkah atau cara-cara yang dilakukan suatu perusahaan mulai dari produksi, distribusi  hingga pemasaran suatu produk dengan cara yang mulus. Sebuah perusahaan yang memiliki strategi yang baik tanpa proses yang mendukung tidak akan menghasilkan apa-apa.
Process juga dapa didefenisikan sebagai penganalisaan peluang pasar, pengembangan strategi marketing, perencanaan langkah-­langkah marketing yang akan dilakukan dan memaksimalkan marketing. Dalam konsep pemasaran proses mencerminkan kualitas (quality), biaya (cost) dan penghantaran produk (delivery) dari perusahaan kepada pelanggannya.
Pertama, mengetahui jaringan pemasok untuk meminimalisir biaya perusahaan dalam proses produksi. Jika tidak, maka perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih banyak.
Kedua, manajemen aset perusahaan yang berdasarkan atau menyesuaikan pada kondisi atau kebutuhan  pasar dapat mengoptimalkan semua komponen aset perusahaan.
Ketiga, Pengetahuan tentang bisnis yang up to date merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan. Jika tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni bisa dipastikan pengusaha akan ketinggalan atau gagal, sebab tidak meimiliki informasi mengenai kabar tentang barang apa yang diinginkan dan dibutuhkan pasar, sehingga akan memproduksi barang atau jasa yang tidak laris dipasaran.
  • Nabi dalam process
Dalam berbisnis beliau benar-benar memulai semuanya dari nol dengan hanya bermodalkan kepercayaan bukan materi beliau mampu mendapatkan keuntungan yang luar biasa melebihi pengusaha-pengusaha lain yang bermodalkan besar. Dengan Langkah-langkah atau proses : rmengetahui tempat-tempat pemasok barang ( suplier ), mengetahui menjual ( market ), serta pengetahuan yang penuh tentang kebutuhan dan keinginan masyarakat pasar serta hubungan baik dengan konsumen.
Dalam QS. Al-Baqoroh: 282 Alloh berfirman: Apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang yang tidak ditentukan, hendaklah kamu menulisnya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menulisnya dengan adil.
·         Proses pemasaran

Secara garis besar, proses pemasaran terbagi menjadi yakni; pertama; proses menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan; dan kedua; proses menangkap nilai dari pelanggan.

Proses pertama terbagi menjadi empat sub-langkah, yang mana masing-masing sub-langkah memiliki penjabaran dan tugas tersendiri yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Memahami pasar serta kebutuhan dan keinginan pelanggan;
    a. Melakukan riset pelanggan dan pasar (Market and Marketing Research).
    b. Menata informasi pemasaran dan data pelanggan (Marketing Information System).

2. Merancang strategi pemasaran yang digerakkan oleh pelanggan;
    a. Memilih pelanggan untuk dilayani (Market segmentation and Market targetting).
    b. Memutuskan proposisi nilai (Differentiation and Positioning).

3. Membangun program pemasaran terintegrasi yang menghantarkan nilai unggul; dan
    a. Product (customer solution)
    b. Price (customer cost)
    c. Place (customer convenience)
    d. Promotion (communication)

4. Membangun hubungan yang menguntungkan dan menciptakan kepuasan pelanggan.
    a. Manajemen hubungan pelanggan: membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan terpilih.
    b. Manajemen hubungan kemitraan: membangun hubungan yang kuat dengan mitra pemasaran.

Adapun proses kedua atau langkah terakhir adalah menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan keuntungan dan ekuitas pelanggan. Perusahaan memperoleh hasil dari hubungan pelanggannya yang kuat dengan menangkap nilai dari pelanggan. Terdapat tiga hal yang perlu diselesaikan dalam langkah ini:
    a. Menciptakan pelanggan yang puas dan setia.
    b. Menangkap nilai seumur hidup pelanggan.
    c. Meningkatkan pangsa pasar dan pangsa pelanggan.





E.       PENGERTIAN SERVICE
Service, adalah hal mendasar yang dijual oleh para pengusaha baik itu pengusaha barang, terlebih lagi pengusaha jasa sehingga dapat dikatakan bahwa dasar dari setiap bisnis adalah service. Perusahaan harus dapat memberikan solusi nyata bagi kebutuhan pelanggan. Perusahaan juga harus sensitif mendeteksi permasalahan dan kebutuhan pelanggan.

Pernahkah anda mendengar keluhan konsumen mengenai pelayanan? Ini merupakan hal yang lumrah ditengah-tengah masyarakat kita. Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa service tidak hanya dilakukan saat barang atau jasa dihantarka, tetapi service terdiri dari tiga tahapan, yaitu: before sales service, after sales service dan during sales service. Before sales service menekankan kepada pelayanan yang dilakukan sebelum terjadinya transaksi, after sales service adalah pelayanan yang diberikan setelah terjadinya transaksi sedangkan  during sales service adalah pelayanan yang diberikan kepada konsumen pada saat terjadinya transaksi jual-beli.
  • Nabi dalam Men- Service
Nabi yang dikenal senantiasa ikhlas dalam setiap tutur kata dan perbuatannya, apalagi ketika beliau memberikan pelayanan saat  bertransaksi beliau benar-benar menghargai pelanggannya lebih dari dirinya sendiri. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk mempertahankan pelanggan. Sehingga yang terbina adalah hubungan baik antara penjual dan pembeli. Bahkan beliau memandang bahwa service tidak hanya dilakukan saat menjual, tetapi juga membeli.
Paradigma “pembeli adalah raja” seringkali dijadikan alasan para pembeli bahwa mereka bisa bersikap seenaknya terhadap penjual. Padahal beliau mengajarkan bahwa penjual juga hanya manusia biasa yang memiliki emosi.


















BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Marketing atau pemasaran memegang kunci bagi kelangsungan sebuah usaha atau bisnis, pentingnya pemasaran karena dalam bisnis semuanya mengarah pada pemenuhan kebutuhan dan terciptanya kepuasan bagi konsumen. Sehingga para pemilik usaha akan memfokuskan lebih dalam hal pemasaran.
Istilah pemasaran (marketing) seringkali disamakan dengan istilah penjualan (selling), an atau pun periklanan hanyalah bagian dari fungsi pemasaran yang dibahas tersendiri, atau lebih dikenal dengan marketing mix (bauran pemasaran).
Yang perlu diperhatikan dalam dunia marketing ada umumnya meliputi mind share,  dan heart share. Mind share mengindikasikan kekuatan merek di dalam benak konsumen kategori produk bersangkutan. Market share menunjukkan kekuatan merek di dalam pasar tertentu dalam hal perilaku pembelian aktual dari konsumen. Sedangkan heart share lebih pada nilai tambah dengan mengedepankan kepuasan pelanggan secara emosional.

B.      SARAN
Dengan membaca Makalah ini kita akan terarah menjadi manusia yang semakin dewasa dalam menyikapi segala problem. Juga, kita akan diajari bagaimana 'menghasilkan' ide. Baca dan ungkapkanlah dengan bahasamu.

















                                                 DAFTAR PUSTAKA
                                                                 
Philip Kotler, Marketing Management; Analysis, Planning and Control; edisi ke-5; Prentice Hall, Inc, Englewood Cliffs,New Jersey, 07632; 1984
Joseph P. Canon, dkk., Pemasaran Dasar, (Jakarta: Salemba Empat, 2008).
M. Suyanto, Marketing Strategy, Top Brand Indonesia, (Yogyakarta: Andi Offset, 2007).
 Hermawan Kartajaya, Hermawan Kartajaya on Branding, The 9 Core Element Of Marketing Series, (Bandung: Mizan, 2006).
Gunara Thorik, dkk, Marketing Muhammad:Strategi Andal Jitu Praktek Nabi Muhammad,(Bandung : Madania Prima, 20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar