KATA PENGANTAR
Alhamdulillah berkat ridho ALLAH SWT, penulis dapat menyelesaikan Makalah
ini serta contoh kasus yang diberikan. Dalam proses ini, penyusun telah
memperoleh bantuan yang berharga, baik berupa sumbangan pikiran, tenaga, maupun
materi dari berbagai pihak. Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang
diberikan kepada kami untuk menyelesaikan materi dan karya tulis ini.
Akhir kata penulis berharap semoga hasil
karya ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Kepada Dosen Mata
Kuliah, semoga karya yang sederhana ini dapat diberikan penilaian yang valid,adil
dan objektif. Terima kasih
penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR……………………………………………. I
DAFTAR ISI……………………………………………………… II
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang…………………………………………………. 1
B.Rumusan Masalah……………………………………………… 1
B.Tujuan
Penulisan……………………………………………….. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Heart Share........................………………. 2
B. Memberikan Nilai dan
Kepuasan Pelanggan..................
C.Pengertian Brending.....................…………………………. 3
D.Pengertian Process............................................................................ 4
E.Pengertian Service.............................................. 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................
B.
Saran........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Marketing atau pemasaran memegang kunci bagi
kelangsungan sebuah usaha atau bisnis, pentingnya pemasaran karena dalam bisnis
semuanya mengarah pada pemenuhan kebutuhan dan terciptanya kepuasan bagi
konsumen. Sehingga para pemilik usaha akan memfokuskan lebih dalam hal
pemasaran.
Istilah pemasaran (marketing) seringkali disamakan dengan istilah
penjualan (selling), istilah penjualan atau pun periklanan hanyalah
bagian dari fungsi pemasaran yang dibahas tersendiri, atau lebih dikenal dengan
marketing mix (bauran pemasaran).
Pemasaran (marketing) adalah suatu aktifitas yang bertujuan mencapai
sasaran perusahaan, dilakukan dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan
atau klien serta mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan
pelanggan atau klien dari produsen.
Menurut Kotler, pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang
seseorang atau kelompok lakukan untuk memperoleh yang mereka butuhkan dan
inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai.
Adapun the American Marketing Association mendefinisikan pemasaran
sebagai proses perencana dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan
distribusi ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan individu dan organisasi.
Yang perlu diperhatikan dalam dunia marketing ada umumnya meliputi mind
share, market share dan heart share. Mind share
mengindikasikan kekuatan merek di dalam benak konsumen kategori produk
bersangkutan. Market share menunjukkan kekuatan merek di dalam pasar
tertentu dalam hal perilaku pembelian aktual dari konsumen. Sedangkan heart
share lebih pada nilai tambah dengan mengedepankan kepuasan pelanggan
secara emosional.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimanakah
heart share yang dilakukan Nabi Muhammad dalam berdagang?
2. Bagaimanakah
Nabi Muhammad dalam melakukan branding?
3. Process
yang seperti apakah dilaukan oleh Nabi Muhammad?
4. Hal
– hal apakah yang dilakukan nabi dalam men-service?
C.
TUJUAN PENULISAN
Makalah
ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat Heart Share Nabi Muhammad.
Sehingga dapat menimbulkan Brand,Process dan Service yang baik. Selain
itu,juga terdapat etika bisnis yang di
terapkan oleh nabi dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
HEART SHARE
Heart Share, adalah
sebuah strategi untuk memenangkan pasar dengan jalan memberikan nilai lebih
kepada pelanggan dengan jalan memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka.
Nabi Muhammad SAW ketika berniaga tidak hanya sekadar
melakukan berbagai transaksi, tetapi juga beliau telah mempraktikkan dengan
sempurna mengenai tata cara untuk merebut mind share, market share serta heart
share dengan tanpa merugikan pihak pihak lainnya. Hal tersebut dibuktikan
dengan kemampuan Nabi Muhammad SAW dalam memposisikan dirinya pada semua segmen
pasar bisnis yang ditujunya.
Segmentasikan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sebelum
melakukan perdagangan yang bukan hanya sebatas faktor geografis dan demografis
belaka itu, tetapi juga menyentuh faktor-faktor psikologis dan individu
sebagai segmen pasar terkecil. Kehebatan Nabi Muhammad SAW yang membawa
risalah Ilahi terakhir untuk menyempurnakan risalah-risalah utusan Allah
sebelumnya itu, dalam membentuk dan konsistensinya untuk menjaga
differensiasi dengan yang lain, kiat kiat strategi bernegosiasi hingga
keterbukaan dalam bertransaksi menunjukkan kemampuan beliau dalam merebut
market share dari konsumen.
Kemurahan hati (heart share) yang senantiasa menjadi
perhatian para marketer (pemasar) di zaman modern sekarang ini juga telah
menjadi perhatian dan dipraktikkan dengan sangat baik oleh Nabi Muhammad
SAW .
Pada
aktifitas pemasaran modern yang senantiasa terkait dengan tujuan akhir
hanya bisa dicapai dengan penguasaan heart share adalah kesetiaan relasi atau
konsumen. Namun seberapa setia seseorang pelanggan setelah kita melakuan
sebuah strategi pemasaran yang lengkap itu, masih terkait juga dengan
seberapa menariknya suatu nilai tambah yang tersedia . Karena pengadaan nilai
tambah bersaman pengalaman berbelanja menjadi salah satu solusi yang tepat
guna dalam kontek mempertahankan kesetiaan para pelanggan.
Dalam
hal ini Nabi Muhammad SAW tidak hanya mampu menciptakan pelanggan yang setianya
(loyalty customer) saja, tetapi beliau juga mampu menciptakan serta
menumbuhkan pelanggan yang percaya (trusty customer) dengan memamfaatkan
formula kejujuran, keikhlasan, silaturrahmi, dan bermurah hati yang
merupakan inti dari strategi bisnis pemasaran yang dilakukan oleh Nabi Muhammad
SAW.
Sehingga pada tahapan
tersebut saja, Nabi Muhammad SAW tidak hanya mampu mengungguli
heart share(bermurah hati) dari konsumen, tetapi beliau juga jauh telah
memenangkan soul share dari pelanggan.
Rasulullah
menyadari sepenuhnya bahwa marketing yang sesungguhnya bukan hanya
sebatas produk atau service(layanan), tetapi lebih pada muatan emosi yang
terkandung. Dan sikap jujur merupakan inti dari nilai tambah tersebut dan
pengalam lebih yang akan ditawarkan.
Sebaik apapun nilai
yang coba ditawarkan kepada konsumen sekiranya kita sendiri tidak jujur akan
menjadi usaha yang sia sia belaka, sehingga apapun yang ditawarkan selanjutnya
kepada konsumen atau pelanggan tidak akan diterima, dan untuk memulihkannya
meraih kepercayaan akan membutuhkan waktu yang relatif lama. Kata pepatah
leluhur kita bahwa: sekali saja kita berbohong, orang sekampung enggak percaya.
Sebelum
Nabi Muhammad SAW memulai kariernya sebagai pengusaha, memang beliau
sudah sangat lama dikenal sebagai seorang yang dapat
dipercaya oleh berbagai kalangan masyarakat. Dan setelah Nabi Muhammad
SAW melakukan perniagaan sikap-sikap tersebut tidak berkurang
sedikitpun. Sikap jujur yang sesungguhnya menjadi dasar kegiatan dan
ucapan Nabi Muhammad SAW secara otomatis membuahkan suatu kepercayaan
jangka panjang dari semua orang yang berinteraksi dengan beliau, baik
dalam hal bisnis maupun dalam kehidupan sehari hari.
Dalam
kontek ini Nabi Muhammad SAW berhasil memperkenalkan serta mengaplikannya
konsep konsep bisnis sesuai suruhan Ilahi dalam kehidupan umat
islam secara kongkrit waktu itu. Sabda beliau dalam sebuah hadist: yang terbaik
dari kalian (manusia) adalah yang tidak mengabaikan dunia demi mengejar hari
akhir, atau yang mengejar hari akhir demi dunia ini dan tidak menjadi beban
bagi orang lain.
B. MEMBERIKAN NILAI DAN KEPUASAN PELANGGAN
Satu-satunya
nilai yang dapat diciptakan perusahaan anda adalah nilai yang berasal dari
pelanggan-itu adalah semua nilai yang anda miliki sekarang dan nilai yang akan
anda miliki di masa depan. Suatu bisnis disebut sukses jika berhasil
mendapatkan, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan. Pelanggan merupakan
satu-satunya alasan perusahaan membangun pabrik, memperkerjakan karyawan,
menjadwalkan rapat, membuat jalur serat optic, atau melibatkan diri dalam
aktivitas bisnis apapun. Tanpa pelanggan anda tidak mempunyai bisnis.
Menghantarkan
Nilai Pelanggan yang tinggi
Konsumen
mempunyai beragam tingkat loyalitas terhadap merk, toko, dan perusahaan
tertentu. Oliver mendefinisikan loyalitas (loyality) sebagai “komitmen
yang dipegang secara mendalam untuk membeli atau mendukung kembali produk atau
jasa yang disukai di masa depan meski pengaruh situasi dan usaha pemasaran
berpotensi menyebabkan pelanggan beralih.”
Proposisi
(Penawaran) Nilai (value proposition) terdiri dari seluruh kelompok manfaat
yang dijanjikan perusahaan untuk dihantarkan; proposisi nilai melebihi sekedar positioning
inti penawaran. Sebagai contoh, positioning inti Volvo adalah “keamanan”
tetapi pembeli dijanjikan lebih dari sekedar mobil yang aman; manfaat lain meliputi
mobil yang tahan lama, pelayanan yang baik dan periode jaminan yang panjang.
Penawaran
akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran.
Pembeli memilih penawaran yang berbeda-beda berdasarkan persepsinya akan
penawaran yang memberikan nilai terbesar.
Kepuasan
pembeli merupakan fungsi kinerja yang dipersepsikan produk dan ekspektasi
pembeli. Dengan mengenali bahwa kepuasan yag tinggi menimbulkan loyalitas
pelanggan yang tinggi, kini banyak perusahaan membidik TCS (Total Customer Satisfaction)
Kepuasan total pelanggan untuk perusahaan-perusahaan semacam itu, kepuasan
pelanggan menjadi tujuan sekaligus sarana pemasaran.
Kita dapat
membedakan tiga tingkat kepuasan pelanggan:
·
Pertama : Menemukan
kebutuhan pokok pelanggan (The basic needs of the customer).
·
Kedua : Mencari
tahu, apa sebenarnya yang menjadi harapan dari pelanggan, sehingga mereka mau
kembali datang pada kita.
·
Ketiga : Selalu
memperhatikan apa apa yang menjadi harapan pelanggan, lakukan melebihi seperti
apa yang di harapkan pelanggan.
Menurut Kotler,
ada beberapa cara untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan, yaitu :
1.
Sistem
keluhan dan saran
Dengan cara membuka kotak saran dan
menerima keluhan, saran, kritik oleh langganan atau bisa juga disampaikan
melalui kartu informasi, customer hot line. Ini semua dimaksudkan agar
perusahaan lebih mengantisipasi dan cepat tanggap terhadap kritik dan saran
tersebut.
2.
Survey
kepuasan pelanggan
Biasanya penelitian mengenai
kepuasan pelanggan dilakukan melalui pos, telepon atau wawancara pribadi atau
bisa juga si perusahaan mengirimkan angket ke orang-orang tertentu.
3.
Pembeli
bayangan
Dalam hal ini perusahaan menyuruh
orang-orang tertentu untuk membeli ke perusahaan lain, sehingga pembeli
misterius ini dapat melaporkan keunggulan dan kelemahan pelayan-pelayan yang
melayani.
4.
Analisis
pelanggan yang beralih
Perusahaan yang kehilangan langganan
mencoba untuk menghubungi pelanggan tersebut dan dibujuk kenapa mereka
berhenti, pindah ke perusahaan dan lain-lain. Dengan informasi yang diperoleh
maka perusahaan dapat lebih meningkat kinerjanya dengan cara meningkatkan
kepuasan para pelanggan.
C.
PENGERTIAN BRANDING
Branding
merupakan suatu langkah dalam memberikan identitas kepada produk atau jasa yang
kita jual, atau yang sering kita kenal istilah merk. Tujuan pemberian merk ini
adalah pelanggan dapat dengan mudah membedakan produk yang kita jual di pasar
dengan produk-produk lain.
Brand
adalah nama, istilah atau simbol yang dapat menjadi identitas dari sebuah
produk atau jasa suatau perusahaan. Brand bisa di ambil dari nama pemilik
produk atau apa yang lainnya terganrunng pemilik perusahaan.
Hal
yang harus diperhatikan adalah bahwa untuk memperkuat merek tidak hanya
dilakukan dengan aktiv memasarkan secara gencar-gencaran dengan tujuan
membentuk brand awarnesess. Tetapi, dengan menunjukan kualitas yang
tinggi, memproses dengan cara yang bersih serta kemampuan men-deliver-kan
pada pelanggan inilah langkah yang utama.
- Nabi dalam Melakukan Branding
Dalam hal branding Nabi tidak
menggunakan merek untuk menamai produknya, melainkan karakteristik atau
kepribadian diri Nabi sendirilah yang menjadi brand. Dengan karakter
yang kuat, meskipun musuh-musuh beliau ketika itu berkumpul dan mencari-cari
cara untuk menghancurkan nama baik beliau lewat world of mouth ( fiitnah
) mereka tetap tidak dapat melakukannya. Karena, kepribadian luhur yang
melekat pada diri beliau memang telah dijamin oleh Alloh. Sebab, beliau adalah
contoh atau suri teladan bagi umat manusia muslim dan non-muslim.
Dalam al-Quran, Allah berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah (Muhammad) itu suri tauladan yang baik bagimu”.
Dalam Hadits
dikatakan bahwa kalau ingin melihat ahklak al- Quran, lihatlah Muhammad. Hal
ini menAndakan bahwa Personal Branding telah dikenal dalam Islam, yaitu melalui
Muhammad.
Bagaimana sulitnya “musuh-musuh”
Muhammad ketika berkumpul dan mencari cara menghancurkan nama baik Muhammad
lewat word of mouth yang menjelek-jelekkan (fitnah). Ketika ada usulan untuk
menyebar isu bahwa Muhammad adalah pembohong kemudian ditentang oleh yang lain.
Bagaimana mungkin dituduh pembohong, sejak kecil Muhammad dikenal tidak pernah
berbohong sampai diberi gelar al-amin (dapat dipercaya).
Usulan kedua, yaitu dengan menyebar
isu bahwa Muhammad seorang penyihir. Usulan tersebut ditentang lagi oleh yang
lain karena Muhammad tidak pernah meniup buhul-buhul sebagaimana yang dilakukan
para penyihir pada waktu itu. Akhirnya disepakati bahwa mereka akan menyebar
isu bahwa Muhammad adalah orang gila tetapi isu itu tidak bertahan lama karena
memang tidak terbukti. Masyarakat tidak akan selamanya bisa dibodohi. Betapa
kuatnya brand Muhammad di mata masyarakat sehingga tidak seorangpun bisa
mengubah kekuatan branding Muhammad.
Pada usianya yang menginjak 25
tahun, Muhammad muda telah banyak melakukan perjalanan dagang dan sebagian
besarnya dengan membawa nama Khadijah, seorang pengusaha yang cukup disegani
pada waktu itu. Setelah beberapa kali melakukan transaksi dagang dengan
Muhammad, akhirnya Khadijah tertarik dengan kepribadian Muhammad yang kemudian
menikah dan menjadi pasangan suami istri. Sebelumnya Muhammad kerap kali
berdagang dengan menggunakan modal yang diberikan oleh orang-orang kaya dan
anak-anak yatim yang tidak mampu menjalankan usahanya sendiri. Dengan
bermodalkan kepercayaan, sikap jujur dan integritasnya.
Jelas bahwa Muhammad telah mencetak
personal branding yang kuat sebagai pengusaha yang profesional dan jujur.
Selain orang-orang yang menginvestasikan harta mereka, banyak juga orang-orang
yang mempunyai uang lebih, kemudian menitipkannya pada Muhammad dan diambil
lagi ketika pemilik uang tersebut membutuhkannya.
D. PENGRTIAN PROCESS
Process
adalah langkah-langkah atau cara-cara yang dilakukan suatu perusahaan mulai
dari produksi, distribusi hingga pemasaran suatu produk dengan cara yang
mulus. Sebuah perusahaan yang memiliki strategi yang baik tanpa proses yang
mendukung tidak akan menghasilkan apa-apa.
Process juga dapa didefenisikan sebagai penganalisaan peluang
pasar, pengembangan strategi marketing, perencanaan langkah-langkah marketing
yang akan dilakukan dan memaksimalkan marketing. Dalam konsep pemasaran proses
mencerminkan kualitas (quality), biaya (cost) dan penghantaran
produk (delivery) dari perusahaan kepada pelanggannya.
Pertama, mengetahui jaringan pemasok
untuk meminimalisir biaya perusahaan dalam proses produksi. Jika tidak, maka
perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih banyak.
Kedua, manajemen aset perusahaan
yang berdasarkan atau menyesuaikan pada kondisi atau kebutuhan pasar
dapat mengoptimalkan semua komponen aset perusahaan.
Ketiga, Pengetahuan tentang bisnis
yang up to date merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan. Jika
tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni bisa dipastikan pengusaha akan
ketinggalan atau gagal, sebab tidak meimiliki informasi mengenai kabar tentang
barang apa yang diinginkan dan dibutuhkan pasar, sehingga akan memproduksi
barang atau jasa yang tidak laris dipasaran.
- Nabi dalam process
Dalam berbisnis beliau benar-benar
memulai semuanya dari nol dengan hanya bermodalkan kepercayaan bukan materi
beliau mampu mendapatkan keuntungan yang luar biasa melebihi
pengusaha-pengusaha lain yang bermodalkan besar. Dengan Langkah-langkah atau
proses : rmengetahui tempat-tempat pemasok barang ( suplier ),
mengetahui menjual ( market ), serta pengetahuan yang penuh tentang
kebutuhan dan keinginan masyarakat pasar serta hubungan baik dengan konsumen.
Dalam QS. Al-Baqoroh: 282 Alloh
berfirman: Apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang yang
tidak ditentukan, hendaklah kamu menulisnya. Dan hendaklah seorang penulis
diantara kamu menulisnya dengan adil.
·
Proses
pemasaran
Secara garis besar, proses pemasaran terbagi menjadi yakni; pertama; proses menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan; dan kedua; proses menangkap nilai dari pelanggan.
Proses pertama terbagi menjadi empat sub-langkah, yang mana masing-masing sub-langkah memiliki penjabaran dan tugas tersendiri yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Memahami pasar serta kebutuhan dan keinginan pelanggan;
a. Melakukan riset pelanggan dan pasar (Market and Marketing Research).
b. Menata informasi pemasaran dan data pelanggan (Marketing Information System).
2. Merancang strategi pemasaran yang digerakkan oleh pelanggan;
a. Memilih pelanggan untuk dilayani (Market segmentation and Market targetting).
b. Memutuskan proposisi nilai (Differentiation and Positioning).
3. Membangun program pemasaran terintegrasi yang menghantarkan nilai unggul; dan
a. Product (customer solution)
b. Price (customer cost)
c. Place (customer convenience)
d. Promotion (communication)
4. Membangun hubungan yang menguntungkan dan menciptakan kepuasan pelanggan.
a. Manajemen hubungan pelanggan: membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan terpilih.
b. Manajemen hubungan kemitraan: membangun hubungan yang kuat dengan mitra pemasaran.
Adapun proses kedua atau langkah terakhir adalah menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan keuntungan dan ekuitas pelanggan. Perusahaan memperoleh hasil dari hubungan pelanggannya yang kuat dengan menangkap nilai dari pelanggan. Terdapat tiga hal yang perlu diselesaikan dalam langkah ini:
a. Menciptakan pelanggan yang puas dan setia.
b. Menangkap nilai seumur hidup pelanggan.
c. Meningkatkan pangsa pasar dan pangsa pelanggan.
E.
PENGERTIAN
SERVICE
Service, adalah hal mendasar yang dijual oleh para
pengusaha baik itu pengusaha barang, terlebih lagi pengusaha jasa sehingga
dapat dikatakan bahwa dasar dari setiap bisnis adalah service.
Perusahaan harus dapat memberikan solusi nyata bagi kebutuhan pelanggan. Perusahaan
juga harus sensitif mendeteksi permasalahan dan kebutuhan pelanggan.
Pernahkah
anda mendengar keluhan konsumen mengenai pelayanan? Ini merupakan hal yang
lumrah ditengah-tengah masyarakat kita. Hal yang harus diperhatikan adalah
bahwa service tidak hanya dilakukan saat
barang atau jasa dihantarka, tetapi service terdiri dari tiga tahapan, yaitu: before sales service, after sales service dan during sales service. Before sales service
menekankan kepada pelayanan yang dilakukan sebelum terjadinya transaksi, after sales service adalah
pelayanan yang diberikan setelah terjadinya transaksi sedangkan during
sales service adalah pelayanan yang diberikan kepada konsumen pada saat
terjadinya transaksi jual-beli.
- Nabi dalam Men- Service
Nabi yang dikenal senantiasa ikhlas
dalam setiap tutur kata dan perbuatannya, apalagi ketika beliau memberikan
pelayanan saat bertransaksi beliau benar-benar menghargai pelanggannya
lebih dari dirinya sendiri. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk
mempertahankan pelanggan. Sehingga yang terbina adalah hubungan baik antara
penjual dan pembeli. Bahkan beliau memandang bahwa service tidak hanya
dilakukan saat menjual, tetapi juga membeli.
Paradigma “pembeli adalah raja”
seringkali dijadikan alasan para pembeli bahwa mereka bisa bersikap seenaknya
terhadap penjual. Padahal beliau mengajarkan bahwa penjual juga hanya manusia
biasa yang memiliki emosi.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Marketing atau pemasaran memegang kunci bagi
kelangsungan sebuah usaha atau bisnis, pentingnya pemasaran karena dalam bisnis
semuanya mengarah pada pemenuhan kebutuhan dan terciptanya kepuasan bagi
konsumen. Sehingga para pemilik usaha akan memfokuskan lebih dalam hal
pemasaran.
Istilah
pemasaran (marketing) seringkali disamakan dengan istilah penjualan (selling),
an atau pun periklanan hanyalah bagian dari fungsi pemasaran yang dibahas
tersendiri, atau lebih dikenal dengan marketing mix (bauran pemasaran).
Yang perlu
diperhatikan dalam dunia marketing ada umumnya meliputi mind share, dan heart share. Mind share
mengindikasikan kekuatan merek di dalam benak konsumen kategori produk
bersangkutan. Market share menunjukkan kekuatan merek di dalam pasar
tertentu dalam hal perilaku pembelian aktual dari konsumen. Sedangkan heart
share lebih pada nilai tambah dengan mengedepankan kepuasan pelanggan
secara emosional.
B. SARAN
Dengan membaca Makalah
ini kita akan terarah menjadi manusia yang semakin dewasa dalam menyikapi segala
problem. Juga, kita akan diajari bagaimana 'menghasilkan' ide. Baca dan
ungkapkanlah dengan bahasamu.
DAFTAR
PUSTAKA
Philip
Kotler, Marketing Management; Analysis, Planning and Control; edisi
ke-5; Prentice Hall, Inc, Englewood Cliffs,New Jersey, 07632; 1984
Joseph P. Canon, dkk., Pemasaran Dasar,
(Jakarta: Salemba Empat, 2008).
M. Suyanto, Marketing Strategy, Top Brand Indonesia,
(Yogyakarta: Andi Offset, 2007).
Hermawan
Kartajaya, Hermawan Kartajaya on Branding, The 9 Core Element Of Marketing
Series, (Bandung: Mizan, 2006).
Gunara Thorik, dkk, Marketing Muhammad:Strategi Andal Jitu Praktek Nabi Muhammad,(Bandung :
Madania Prima, 20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar